Latest Music :
Home » » Perempuan, Suarakan Hatimu!

Perempuan, Suarakan Hatimu!

Selasa, 19 Juni 2012 | 0 komentar


Perempuan, Suarakan Hatimu!

       Sepintas, membaca buku ini tak jauh dari kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia. Khususnya perempuan. Begitu banyak pertanyaan yang hinggap di kepala perempuan, namun tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.
      Pada intinya, buku ini mengupas apa yang dirasa perempuan. Bagaimana cara perempuan menghadapi menyuarakan apa yang ada dipikiran mereka tanpa takut ada yang "membungkam".
      Selain khawatir dianggap melawan arus dan tak sesuai dengan budaya ketimuran, padahal budaya itu belum tentu benar dan sesuai dengan perkembangan zaman. Setidaknya, menurut sang penulis, masih banyak perempuan yang seolah-olah terbentur oleh kekhawatiran akan melanggar norma-norma agama. Padahal, agama juga menganjurkan setiap manusia untuk menghargai dan mencintai diri sendiri.
     Walaupun Anda bukan seorang feminis sejati, buku ini bagi saya membuka pikiran perempuan untuk bisa maju dalam "berpikir", yakni bertindak dengan keinginan hati namun tetap dengan norma-norma yang berlaku. Serta bisa menjadi motivasi diri bagi perempuan dari sebuah pikiran yang selalu membelenggu mereka.
      Pada kenyataannya memang, perempuan masa kini sudah bisa dikatakan lebih maju dan mandiri. Kendati masih banyak dari mereka yang harus mengalah dengan keadaan hingga perasaan sehingga membuat pasangan sang Adam ini tidak bisa melepaskan pikiran mereka. Bahkan untuk Anda yang berjiwa modern sekalipun.
     Maka dari itu, Rose mencoba berbicara dari hati ke hati dengan sesama perempuan agar mau lebih mencintai dirinya sendiri sehingga bisa mencintai orang lain. Menghargai diri mereka sendiri, sehingga bisa menghargai orang lain. Karena pada dasarnya setiap manusia ingin dicintai dan berbuat baik itu beragam, tergantung cara berpikir seseorang.
     Jika ada perjuangan para perempuan untuk menuntut kesamaan hak pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi dari sekarang, Rose justeru tidak menargetkan demikian. Bagaimana seorang perempuan bisa menuntut sesuatu jika dirinya sendiri tak sadar apa yang harus dituntut?
    Teriakan kesamaan hak bukanlah suara hati utama dalam buku ini. Tetapi bagaimana para perempuan bisa mengajak hatinya bicara dan menyadari bahwa di dalam dirinya adalah berharga dan indah, adalah tujuan utamanya. Siapkah kalian hei para perempuan?
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template