Latest Music :
Home » » Kontak Lensa dan Buta Warna

Kontak Lensa dan Buta Warna

Minggu, 10 Juni 2012 | 0 komentar



MakaLAH FISIKA
   “ KONTAK LENSA DAN BUTA WARNA”




KATA PENGANTAR



            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya .sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang berjudul “ Kontak lensa dan Butan warna”.

             Ucapan terimakasih saya khususkan kepada bapak YAYAN FERDYAN,selaku guru pembimbing mata pelajaran fisika di kelas X, karena telah memberikan tugas ini guna untuk memperbaiki nilai mata pelajaran fisika.

             Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pembaca yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

             Akhirnya, saya sampaikan terima kasih kepada semuanya dan juga saya meminta maaf jika dalam makalah ini ada banyak kekurangan ataupun kesalahannya.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Cluring, 08 Juli 2012


 Penyusun





DAFTAR ISI 


Kata Pengantar…………………………………………………………

Daftar Isi……………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………

1.2  Tujuan………………………………………………………………
 



BAB II ISI

A.        Lensa kontak………………………………………………………
2.1 pengertian lensa kontak……………………………………….
2.2 manfaat lens kontak………………………………………….
2.3 efek samping penggunaan lensa kontak……………………..
B.        Buta warna……………………………………………………….
2.4 pengertian buta warna………………………………………..
2.5 klasifikasi buta warna………………………………………...
2.6 penyebab buta warna…………………………………………
2.7 cara membantu penderitanya…………………………………


BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………
B. Saran………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA………………………………....…………………










BAB I
 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
l Lensa kontak (kadang hanya disebut sebagai kontak ,adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata. Lensa kontak makin hari makin populer. Tidak cuma untuk kesehatan, tapi juga untuk kosmetik mata. Kontak lensa sudah ada sejak tahun 1000-an. ide lensa kontak yang terdokumentasikan baru ada di tahun 1508 dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo Da Vinci.
Sang pelukis “Monalisa” – yang menjadi sumber inspirasi Dan Brown dalam menulis novel best seller The Da Vinci Code –. Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata.  lensa kontak juga dipercaya ditemukan oleh Rene Descartes pada tahun 1632. Lensa kontak yang digagas tokoh ini dikenakan pada kornea mata. Hampir 200 tahun lamanya ide Da Vinci maupun Descartes tidak terealisasikan. Baru kemudian di tahun 1801, seorang ahli fisika Inggris, Thomas Young, menciptakan tabung gelas berisi air dan memuat lensa yang sangat kecil. Lensa ini dipakainya sendiri. dia membuat lensa ini karena terinspirasi dari ide Rene Descartes. Di tahun 1827, seorang ahli astronomi berkebangsaan Inggris, bernama Sir John Herschel. Penemuannya itu menjadi sejarah yang sangat berperan bagi lahirnya lensa kontak.
        l Buta warna sebenarnya adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan warna tertentu.penderita biasanya tidakbuta pada seluruh warna, akan tetapi hanya warna-warna tertentu saja. Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya,buta warna dapat diklasifikasikan menjadi 3, dan juga dapat dibuktikan dengan menggunakan tes Ishihara.

1.2  TUJUAN
      l Mengetahui pengertian dari lensa kontak
       l Mengetahui manfaat lensa kontak dan efek sampingnya
       l Mengetahui arti dari buta warna,penyebab buta warna,cara membantu penderitanya,

BAB II
  ISI

A.   LENSA KONTAK
2.1  PENGERTIAN LENSA KONTAK
Lensa kontak adalah sebuah cara untuk mengoreksi miopia dan hiperopia, atau kesalahan refraksi lain dari penglihatan, yang terdiri dari lensa plastik cembung yang ditempatkan di depan iris. Mereka dirancang sehingga dapat mempertahankan kontak yang baik dengan permukaan mata dan tetap berada di tempatnya.
Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengankacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Banyak lensa kontak diwarnai biru untuk membuat mereka lebih mudah terlihat saat dibersihkan, disimpan atau saat dipakai. Lensa kontak kadang-kadang secara sengaja dibuat warna lain untuk mengubah penampilan mata pemakainya.

2.2  MANFAAT LENSA KONTAK
l Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaanyang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai.
l lensa kontak juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya adlah sebagai berikut :
1.Migrain
2. Diabetes.
3.Disleksia
4.Penyakit Kornea
5.Glaukoma dan Katarak
6.Rabun Ayam

l Lensa kontak juga bisa mempercantik penampilan.








2.3  EFEK SAMPING PENGGUNAAN LENSA KONTAK

Lensa kontak yang digunakan 24 jam penuh akan menyebabkan iritasi mata karena bila mata tidak mendapat/kekurangan oksigen,rendahnya oksigen pada mata bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri dalam mata sehingga lebih mudah menempel pada lensa kontakyang pada akhirnya menyebabkan mata kering teriritasi.
Dan juga dapat membuat mata merah,mata kering ataupun juga alergi.


B.     BUTA WARNA
2.4  PENGERTIAN BUTA WARNA
Ada Beberapa pengertian daributa warna :

l Buta warna adalah suatu kondisi ketika sel-sel retina tidak mampu merespon warna dengan semestinya.

l Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warnatertentu akibat faktor genetis.




2.5  KLASIFIKASI BUTA WARNA


1. Trikromasi
        Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi:
·         Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah
·         Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita
·         Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita.
2. Dikromasi
        
Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan:
Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang
lDeuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau
lTritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan.
 3. Monokromasi
          Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina.

2.6  PENYEBAB BUTA WARNA
           
_Buta warna adalah kondisi yang diturunkan secara genetik. Dibawa oleh kromosom X pada perempuan, buta warna diturunkan kepada anak-anaknya. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal.

_Karena kekurangan kerucut dalam retina, baik pada saat lahir atau diperoleh melalui cara lain, maka kerucut tidak dapat membedakan panjang gelombang tertentu dan dengan demikian, rentang warna yang terlihat berbeda. Kehilangan kerucut yang bertanggung jawab atas warna hijau dan merah juga dapat mempengaruhi kepekaan terhadap kecerahan.
_Faktor usia dan juga kerusakan pada retina dari penyakit mata atau kerusakan fisik juga dapat menyebabkan buta warna. 



2.7   CARA MEMBANTU PENDERITA BUTA WARNA
            Beberapa cara untuk membantu :
J  Menggunakan kacamata lensa warna. Tujuannya, agar penderita dapat membedakan warna dengan lebih mudah. Cara ini terbuktif efektif pada beberapa penderita.
J  Menggunakan kacamata dengan lensa yang dapat mengurangi cahaya silau. Biasanya penderita buta warna dapat membedakan warna lebih jelas jika cahaya tidak terlalu terang atau menyilaukan.
J  Jika tidak dapat melihat warna sama sekali (buta warna total), penderita dianjurkan menggunakan kacamata lensa gelap dan mempunyai pelindung cahaya pada sisinya. Suasana lebih gelap diperlukan karena sel rod, yaitu sel yang hanya bisa membedakan warna hitam, putih, dan abu-abu, bekerja dengan lebih baik pada kondisi cahaya yang suram.

(Buta warna dapat diketahui dengan tes menggunakan buku Ishihara)
Buku Ishihara terdiri dari beberapa macam, tergantung jumlah plate yang dimilikinya; 
- Ishihara 38 plate 
- Ishihara 24 plate 
- Ishihara 14 plate 
- Ishihara 10 plate 
    


BAB III
      PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
             Bahwa lensa kontak tidak hanya dapat digunakan untuk membantu penglihatan,akan tetapi juga bisa digunakan sebagai alat untuk mempercantik diri.dan jika ingin menggunakan lensa kontak hendaknya memperhatikan cara penggunaannya dan juga akibat dari penggunaan lensa kontak tersebut.penggunaan lensa tidak boleh 24 jam penuh,Karen dapat membuat mata iritasi.
Pengujian tes buta warna dapat dilakukan dengan menggunakan buku Ishihara test, dimana pada buku ini tertera angka yang terdapat pada titik-titik warna.Buta warna disebabkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina membedakan warna merah, hijau dan biru.buta warna juga diklasifikasikanmenjadi 3 (Trikromasi, Dikromasi, Monokromasi ).


3.2  SARAN


            Sebaiknya dalam penggunaan lensa kontak, para penggunanya harus berkonsultasi pada dokter yang ahli dalam bidang alat indra ( mata ). Dan lebih baik pengguna banyak-banyak mencari informasi tentang cara penggunaan,manfaat,akibat, dari penggunaan lensa kontak tersebut.
Dan untuk buta warna sebaiknya jika kita merasa penglihatan kita sudah tidak normal dalam melihat warna-warna tertentu.hendaknya segera melakukan pemeriksaan,agar kita dapat mengetahui kita terkena buta warna atau tidak,dan jangan sampai terlambat.karena jika sampai terlambat akan berakibat sangat buruk bagi penglihatan kita. Dan jika seandainya kita terkena buta warna, kita harus tau cara untuk mencegah penyakit tersebut agar tidak bertambah parah.

           





Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template