Latest Music :
Home » , » Daun Pepaya

Daun Pepaya

Selasa, 18 September 2012 | 0 komentar



Daun Pepaya : Sayuran Sebagai Obat 

 

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.
Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi. [1] Suatu penanda genetik RAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.[2]
Pohon pepaya sudah terkenal sejak dahulu sebagai tanaman berkhasiat atau herbal yang dapat meyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap bagian pohon pepaya dapat dimanfaatkan, berikut beberapa manfaat daun Pepaya.

DEMAM BERDARAH (I)
Bahannya :
- 1 batang daun Pepaya
- 1 genggam (kurang lebih 6 batang) pohon Meniran
- 1 ibu jari orang dewasa Temu Ireng
- 1 ibu jari orang dewasa empu Kunyit
- 1 ujung sendok teh garam dapur
- 500 ml air
Cara membuatnya :
Cuci semua bahan tersebut diatas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus dan tuangkan air ke dalamnya. Setelah itu saring, dan campurkan garam serta aduk sampai merata. Kemudian, bagi ramuan itu menjadi 3 gelas. Dan minum pada pagi, siang dan sore, masing-masing 1 gelas. Dan jangan lupa menyiapkan segelas air bersih saat meminum, karena ramuan itu amat pahit. Dan efek sampingnya adalah si penderita akan merasakan haus dan lapar sesaat setelah meminum ramuan.

DEMAM BERDARAH (II)
Bahannya :
- 1 batang daun Pepaya
- 2 sendok makan Angkak
- 1 ibu jari orang dewasa Temu Ireng
- 1 ibu jari orang dewasa empu Kunyit
- 1 ujung sendok teh garam dapur
- 2 gelas air
Cara membuatnya :
Selain Angkak, cuci bahan tersebut diatas sampai bersih dan rebus sampai air tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum secara teratur. Lakukan sampai benar-benar sembuh.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template