Latest Music :
Home » » Sepasang Sayap Kupu-kupu

Sepasang Sayap Kupu-kupu

Kamis, 14 Juni 2012 | 0 komentar


Dongeng dari Amazon
By: Rachma MJ

Sepasang Sayap Kupu-kupu



Di pinggir sungaiAmazon yang bening airnya,tinggalah seorang gadisbernama Chimidyue. Ia bersama keluarga dan saudara-saudaranya tinggal di rumah besar yang mereka sebut Maloca. Sementara para pemuda pergi berburu atau mencari ikan, Chimidyue pergi ke kebun di dekat rumah mereka bersama para gadis dan perempuan lainnya. Ia tak pernah pergi ke dalam hutan, karena ia tahu di dalam sana ada banyak binatang buas yang siap memakannya, atau setan-setan jahat yang bisa mencelakainya.
Namun ia sering mendengar dari para tetua tentang dunia lain di luar sana yang membuatnya penasaran. Kadang ia memberanikan diri pergi ke tepi hutan, bermain-main di sekitar pohon raksasa dan bertanya-tanya ada apa di balik pohon-pohon besar itu.
Suatu hari Chimidyue pergi ke tepi hutan untuk menganyam keranjang. Seekor kupu-kupu bersayap biru yang sangat cantik memamerkan keindahannya di depan Chimidyue.
            “Kamu kupu-kupu terindah yang pernah kulihat!” bisik Chimidyue mengawang. “Andai aku bisa sepertimu...”
Kupu-kupu itu terbang merendah seolah menjawab bisikkanChimidyue, lalu kembali membubung tinggi menuju hutan.
Chimidyue melemparkan keranjangnya dengan tergesa. Ia berlari-lari kecil mengikuti kupu-kupu itu. Dikepakkannya kedua tangannya seolah ia adalah kupu-kupu. Tanpa ia sadari, ia berlari jauh ke dalam hutan. Barulah ketika kupu-kupu itu hilang di balik dedaunan, Chimidyue tahu kalau ia telah tersesat. Betapa takutnya ia. “Ayah, Ibu...! Tolong aku!” teriaknya putus asa. “Aduh...! Bagaimana aku pulang ya?”
            Chimidyue berjalan ke sana ke mariberharap menemukanjalan pulangTiba-tiba ia mendengar suara Tap! Tap! Tap seperti ada orang yang sedang menebang pohon. Ia mengikuti arahnya. Oh, itu ternyata hanya seekor burung pelatuk.
            “Ah!” Chimidyue menggelengkan kepalanya dan mengeluh. “Kalau saja kau seorang manusia, mungkin kau bisa menolongku keluar dari hutan ini.”
Burung pelatuk itu menghentikan kesibukannya mematuk batang kayu dan menatap tajam Chimidyue. “Kenapa aku harus jadi manusia untuk bisa menunjukkan arah?” ujarnya marah. “Aku bisa! Meskipun aku seekor burung!”
            “Oh, maukah?” Chimidyue bertanya dengan sedikit terkejut.Ia tak menyangka seekor burung bisa bicara.
            Apa kamu tidak lihat kalau aku sibuk?” Burung pelatukmelotot marah. “Huh! Manusia selalu menganggap mereka sangatberkuasa. Semuanya ingin dilayani. Tapi perlu kau tahu yaDi dalamhutanburung pelatuk pun sama berharganya dengan manusia!”Dengan masih mengomel panjang pendekburung pelatuk ituterbang dengan cepat meninggalkan Chimidyue.
            Aku tidak bermaksud menyinggungmu…” bisik Chimidyuesetengah menyesal. “Aku hanya ingin tahu jalan pulang.”
Hati Chimidyue semakin sedih. Ia melangkah semakin jauh kedalam hutanTiba-tiba dilihatnya sebuah gubuk. Seorang nenekdengan keranjang di tangannya duduk di beranda.
“Oh, Nenek!” seru Chimidyue dengan gembira. “Betapa leganya aku bisa bertemu seseorang di sini. Kupikir aku akan mati.”
Plop!
Mendadak rumah dan nenek itu menghilang dari hadapanChimidyue. Seekor burung Tinamou rupanya menggunakan sihiruntuk menjebak mangsanya. Ia kelihatan sangat marah.
“Jangan pernah berani memanggilku Nenek!” serunya seraya terbang ke atas dahan. “Ribuan tahun keluargamu memburu dan membunuhku. Berapa banyak keluargaku yang jadi korban? Merekamengurung dan memakan teman-temanku. Kau pikir aku maumenolongmu?”
Sepertinya semua binatang di hutan ini membenciku,”Chimidyue menunduk sedih.
            Chimidyue kembali melangkah tak tentu arah. Perutnya mulai keroncongan. Sebutir buah sorva jatuh tak jauh darinya. Ia memungut dan meakannya dengan rakus. Tak lama sebutir buah lagi jatuh, lalu berbutir-butir lainnya. Chimidyue mendongak. Dilihatnya puluhan ekor monyet sedang memakan buah sorva. Beberapa tergelincir dari pegangan mereka dan jatuh ke tanah.
            Aku akan mengikuti mereka!” pikir Chimidyue. Setidaknyaaku tidak akan kelaparan.”
            Sepanjang hari itu Chimidyue berjalan mengikuti monyet-monyet yang bergelantungan dari pohon ke pohon. Tapi ketikamatahari mulai redupChimidyue kembali was-was. Iamenyembunyikan dirinya di balik semakSementara monyet-monyetitu turun dari atas pohon. Chimidyue terkesiapBegitu menyentuhtanahmonyet-monyet itu berubah menjadi manusia. Saat sadar darikagetnyamonyet-monyet jelmaan itu sudah mengelilinginya.
            Helo Chimidyue! Apa yang kau lakukan di sini?”tanyamereka.
            Aku mengejar kupu-kupu ke dalam hutan dan tersesat!”sahut Chimidyue sedih.
            “Oh, kasihan sekali kamu! TenanglahBesok kami akanmengantarmu pulang!” janji mereka.
            “Terima kasih. Tapi, saya perlu tempat menginap malam ini,” ujar Chimidyue memohon.
            Ikutlah dengan kami ke festival. Malam ini kami diunan kesana oleh raja Monyet!” ajak mereka.
**
Raja Monyet menatap Chimidyue dengan tak senang.
            “Siapa kamu? Berani sekali kamu datang tanpa diundang!” bentaknya.
            “Ia tersesat di hutan ini dan kami menemukannya lalu membawanya kemari,” seorang monyet jelmaan menjawab.
Raja Monyet menggerutu, namun membiarkan Chimidyue bergabungdalam festival tersebut.
            Mereka menari dan menyanyi hingga larut malam. Tengahmalam saat semua telah tertidurChimidyue masih tetap terjagakarena suara dengkur Raja Monyet yang begitu keras. Kemudiansesuatu yang tertangkap di telinganya membuat Chimidyue terkejut.“Hey, sepertinya raja Monyet sedang menggumamkan kata-kata!”Chimidyue mendengarkan lebih seksama.
            Aku akan memakan Chimidyue! Aku akan memakanChimidyue!” dengkur raja Monyet.
Chimidyue menjerit.
            “Siapa? Ada apa?” raja Monyet terbangun kaget.
            Kau....kau bilang dalam tidurmukau akan memakanku!”Chimidyue mengkerut ketakutan.
            Omong kosong! Mana ada monyet makan manusia. Janganpedulikan kata-katakuMungkin aku sedang mimpi buruk!” ujarnyamarah. Ia membalikkan badannya dan kembali tidur.
Chimidyue kembali mendengar dengkur yang sama. Namun kali ini terdengar seperti geraman. Chimidyue menatap lekat-lekat raja Monyet tersebut. Betapa terkejutnya ketika ia melihat raja Monyet yang tadi berbentuk manusia, kini berubah menjadi hewan buas dengan totol-totol hitam di punggungnya. Raja Monyet ternyata bukan monyet. Ia seekor Jaguar. Jantung Chimidyue berdebar keras. Diambilnya sebatang obor. Lalu dengan mengendap-endap ia pergi meninggalkan kumpulan monyet itu secepatnya.
            Setelah berlari cukup lama. Chimidyue terduduk dengan nafas tersengal. Kala itu matahari sudah mulai terbit. Chimidyue menangis putus asa.
            “Aku benci hutan ini!” teriaknya.
            “Apa kamu yakin?” Sebuah suara kecil mengejutkannya.
Chimidyue cepat-cepat menyeka air matanya dan mendongak.Seekor kupu-kupu Morpho yang sangat besar menatapnya dari atasranting tempat ia bertenggerIa mengepak-epakkan sayap birunyayang indah.
            “Oh, ibu!” kata Chimidyue seolah pada ibunya. Tak adayang masuk akal di hutan ini. Mereka sering berubah bentuk danmenipu mataku!”
            Nak! Begitulah hutan. Duniamuhanyalah sebagian kecildari dunia yang lebih luas lagi. Kau tidak bisa mengharapkan semuasama seperti yang ada di duniamu!” ucap kupu-kupu.
            Tapi kalau aku tak mengerti hutan inibagaimana aku bisapulang?” isak Chimidyue.
            Aku akan mengantarmu!” ujar kupu-kupu.
            Benarkahibu?” Chimidyue menatapnya penuh harap.
            Tentu! Ikutilah aku!”
Kupu-kupu itu melayang dan terbang. Chimidyue bergegasmengikutinya. Tak lama mereka telah tiba di pinggir sungai Amazon.Chimidyue menatap gembira perahu-perahu kecil yang tertambat disisi lain sungai itu.
           Kemarin aku menyebrangi sungai tanpa menyadarinya.Tapiitukan tidak mungkin?” ujarnya bingung.
            Tidak mungkin?” tanya kupu-kupu.
            Maksudkuaku tidak mengerti bagaimana carakumenyebrangi sungai ini kemarin. Dan sekarang aku juga bingung,bagaimana aku menyebrang kembali ke kampungku!” jelasChimidyue.
            Itu mudah!” jawab kupu-kupu. Aku akan mengubahmumenjadi kupu-kupu!”
Ia merapalkan mantera ke tubuh Chimidyue.
            Chimidyue merasa tubuhnya mengecil sementara tangannya berubah menjadi sepasang sayap. Tak lama ia telah melayang di samping kupu-kupu penolongnya.
            “Aku seekor kupu-kupu!” ujar Chimidyue takjub.
Mereka mulai terbang menyebrangi sungai. Sayap-sayap biru merekaberkilauan tertimpa cahaya matahari.
            “Aku merasa sangat ringan! Oh, kuharap ini tak segera berakhir!” kata Chimidyue.
Tapi begitu kakinya menyentuh tanah di beranda rumahnya,Chimidyue berubah kembali menjadi manusia.
            Aku akan meninggalkanmu di sini. Selamat tinggalChimidyue!” ujar kupu-kupu.
            Ibu!” teriak Chimidyue. Bawalah aku bersamamu!”
Kupu-kupu tersenyum. “Tidak bisa Chimidyue! Kau adalah milik keluargamu. Mereka mencintai dan menyayangimu. Tapi sejak kau menjadi bagian dari kami, maka kau akan selalu memiliki hutan ini di hatimu.”
Chimidyue melambaikan tangannya dengan sedih ketika kupu-kupu terbang kembali ke hutan. Kemudian dengan sepenuh hati iaberbalik dan berlari riang menuju rumahnya.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template