Latest Music :
Home » » Sejarah Jaringan LAN

Sejarah Jaringan LAN

Selasa, 19 Juni 2012 | 0 komentar


A.  
Sejarah Jaringan LAN

Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang inigin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), Bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sisterm TSS beberapa terminal terhubung secara seri kesebuah host komputer.
        Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani bebrapa terminal yang tersambung secara seri  disetiap komputer.
       Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringan sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui kompuer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAn (Local Area Network). Demikian pula ketiak Internet muali diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri maulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebuat dengan istilah WAN (Wide Area Network).

1.   Pengertian kabel UTP
 
Kabel UTP (unshielded twisted pair) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa jenis/kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.

2.   Kategori Kabel UTP :

       Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet.


a.    Kategori 1 (Cat 1)
        Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.
b.      Kategori 2 (Cat 2)
           Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Gunakanlah kabel yang memiliki kinerja tinggi seperti Category 3, Category 4, atau Category 5.

c.       Kategori 3 (Cat 3)
          Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.
Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 3 pada beberapa frekuensi.

d.   Kategori 4 (Cat 4)
Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 4 pada beberapa frekuensi.
 
e.       Kategori 5 (Cat 5)
       Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).
       Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.

3.      Jenis–jenis kabel utp dan cara membuatnya 
Terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over.
1.   Straight through
Merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.
Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
1.         Menghubungkan antara computer dengan switch
2.         Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
3.         Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
4.         Menghubungkan switch ke router
5.         Menghubungkan hub ke router
    Urutan kabel straight through

2.      Cross over

Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama.

 Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
b.            Menghubungkan 2 buah switch
c.             Menghubungkan 2 buah hub
d.            Menghubungkan switch dengan hub
e.             Menghubungkan komputer dengan router

5. Cara membuat kabel straigt dan cross
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan seperti gambar dibawah ini:
1.                   Konektor RJ 45
2.                    Kabel UTP (unshielded twisted pair)
3.                  Crimping tools
4.                  LAN tester
5.                  Gunting

Setelah semua alat dan bahan tersedia, saat nya untuk mulai membuat kabelnya.
1.   Membuat kabel straight trought  
a.       pertama kupas-lah pelindung luar kabel UTP lalu atur agar lurus kabel-kabel didalamnya.
b.      Urutkan posisinya sesuai dengan susunan kabel.
c.       Potong ujung kabel dengan gunting agar rata.
d.      Masukkan kedalam konektor RJ-45 lalu di crimping kabel menggunakan tang crimping.
e.       Ikuti caranya untuk ujung kedua sama dengan langkah pertama.
f.       Masukkan ujung kedua kabel kedalam LAN-tester lalu periksa, jika semua lampu 1-8 terhubung maka kabel ini sudah siap kita pakai.

2.      Kabel yang kedua adalah kabel tipe cross  
Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:
·      Orange pada Pin 1
·      Orange Putih pada Pin 2
·      Hijau pada Pin 3
·      Biru pada Pin 4
·      Biru Putih pada Pin 5
·      Hijau Putih pada Pin 6
·      Coklat Putih pada Pin 7
·      Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
·      Hijau Putih pada Pin 1
·      Hijau pada Pin 2
·      Orange Putih pada Pin 3
·      Biru pada Pin 4
·      Biru Putih pada Pin 5
·      Orange pada Pin 6
·      Coklat Putih pada Pin 7
·      Coklat pada Pin 8.


a.       Software PXEserver
      PXE adalah singkatan dari Preboot Execution Environment. PXE adalah salah satu cara menjalankan komputer tanpa Floppy/Hard Disk/CD-ROM, dalam arti bahwa BIOS akan secara otomatis menjalankan perintah yang dikirimkan melalui jaringan. Tentu saja cara ini membutuhkan server yang bertindak sebagai penyedia layanan PXE dan komputer client harus memiliki kemampuan booting melalui jaringan.
    Sebagian besar motherboard baru memiliki fasilitas Boot from LAN secara default. Boot from LAN biasa dikenal juga sebagai BOOTROM. Kita harus mengaktifkan kemampuan Boot from LAN ini melalui BIOS setup. Proses setup mungkin saja berbeda antara motherboard yang satu dengan yang lainnya namun biasanya terletak di menu Advanced BIOS setup. Aktifkan juga setting agar Boot from LAN/Network sebagai prioritas utama booting.

1.         Keuntungan instalasi melalui PXE server
a. Tidak memerlukan CD/DVD/Floppy/LiveUSB maupun sistem yang sudah terinstall. Satu-satunya yang diperlukan adalah server yang sudah disetup dan klien mendukung boot dari LAN.
b. Mudah dan cepat dikonfigurasi
c. Tidak membutuhkan media untuk booting. Tidak perlu burning Net ISO untuk melakukan booting.
d. Mengurangi biaya instalasi dan upgrade dan mengurangi kemungkinan kesalahan setting
e. Mengurangi waktu persiapan dan proses instalasi
f. Jika dipadukan dengan autoyast, Instalasi menggunakan PXE boot dapat secara otomatis melakukan instalasi paket yang sudah distandarisasi dan pada akhirnya kita dapat melakukan proses unattended install. Unattended install adalah proses instalasi tanpa campur tangan kita
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template