Latest Music :
Home » » Lensa kontak

Lensa kontak

Minggu, 10 Juni 2012 | 0 komentar


 

Lensa kontak



PENGERTIAN LENSA KONTAK


Salah satu alat Bantu penglihatan yang populer saat ini adalah lensa kontak atau
contact lens.
Perkembangan lensa kontak sendiri sangat pesat baik design, material maupun
fungsi/tujuannya.

Tentunya tidak seperti kacamata yang semua orang hampir bisa memakainya, maka untuk lensa kontak tidak demikian.
Mengapa harus pakai lensa kontak?
Berbagai alasan mengapa sesorang harus memakai lensa kontak dengan pertimbangan sebagai berikut:

Lensa kontak mempunyai lapang pandang yang luas jika di banding kacamata, bisa anda bayangkan kalau memakai kacamata apalagi orang yang mempunyai minus tinggi maka cenderung bingkai yang di pilih yang kecil agar tidk berat dan bagian pinggirnya tidak tebal, padahal dengan bingkai yang kecil otomatis penglihatan kita hanya terbatas pada seluas/sebesar bingkai itu dan kalau kita mau melihat ke arah samping atas bawah maka kita harus menoleh. Hal ini tidak perlu dilakuakn jika memakai lensa kontak.

• Tidak ada beban, tentu dengan lensa kontak mau minus 10.00 D ataupun lebih tetap saja ringan , dimana anda bisa bayangkan jika menggunakan kacamata dengan minus 15.00 D
• Tidak ada pengecilan bayangan ataupun pembesaran bayangan. Pada orang myopia apalagi minus tinggi maka dengan kacamata objek yang dilihat akan terasa lebih kecil dari aslinya ini karena sifat lensa minus sendiri yang memperkecil bayangan dan sebaliknya jika orang dengan ukuran jauhnya plus akan melihat objek terasa lebih besar, maka dengan lens kontak hal ini tidak terjadi di samping karena lensa kontak itu di pasang menempel pada kornea, kalau kacamata ada jarak dengan kornea kira-kira 12.50 • Mata kita tidak terlihat besara atau mengecil dengan memakai lensa kontak, coba anda lihat di sekitar anda yang mempunyai minus tinggi dengan memakai kacamata maka matanya akan kelihatan kecil.
• Sangat cocok untuk orang yang mempunyai ukuran kanan kiri beda banyak ( lebih dari 3.00 D , karena kalau pakai kacamata sebagian besar pasti akan terasa pusing) apalagi orang yang mempunyai ukuran yang berbeda yaitu kanan plus kiri minus.
• Alasan pekerjaan, anda bisa bayangkan seorang pemain sepak bola yang harus aktif lari kesana kemari dengan memakai kacamata minus 10.00 D misalnya tentu tidak bisa, seorang artis dengan minus tinggi, public figure dan sebagainya yang menuntut untuk tampil aktif dan berpenampilan menarik maka lensa kontak adalah pilihan.
• Kosmetik, alasan ini lebih berdampak pada penampilan disamping untuk penderita myopia tinggi biasanya juga di pakai oleh orang yang tidak menderita kelainan refraksi (minus) tapi ingin tampi bergaya misal dengan lensa warna-warni yang akan mengubah warna iris mata kita. Juga untuk orang yang tidak punya iris atau albino maka ada lens kontak untuk itu.
• Alasan kesehatan, di gunakan sebagai bandage(perban) untuk seseorang yang dalam matanya sedang pemberian obat.
• Dll

Keunggulan Lensa Kontak Dalam
Meningkatkan Tajam Penglihatan

Tulisan tentang keunggulan lensa kontak ini sebenarnya sudah dipersiapkan (secara offline) sejak lebih dari 1 bulan yang lalu. Namun kemudian prioritas penyelesaiannya dikalahkandengan aplikasi/program Sistem Administrasi Optikal yang saya buat dalam waktu hampir bersamaan. Baru sesudah aplikasi tersebut berjalan sesuai dengan yang saya harapkan, tulisan ini pun mendapatkan gilirannya. Sebelum meneruskan kembali penyelesaian tulisan ini, saya sempatkan untuk gogling dengan kata kunci “keunggulan lensa kontak” dan membuka belasan halaman hasil pencarian. Ternyata tidak menemukan tulisan/artikel dalam Bahasa Indonesia yang membahas tentang hal tersebut secara cukup mendalam. Jadi, mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi pengisi ketidakberadaan tersebut.

Di samping beberapa kekurangan yang dimilikinya, lensa kontak memiliki keunggulan yang sangat sulit bisa didapatkan dari kacamata, terutama mengenai kemampuannya dalam memperbaiki tajam penglihatan yang berkurang akibat kelainan refraksi. Beberapa keunggulan yang sangat pantas untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memilih metode perbaikan tajam penglihatan tersebut adalah:
1.   Perbesaran/Magnifikasi Yang Sangat Minim.

Bayangan/image obyek yang dibentuk oleh lensa cembung maupun cekung akan mengalami magnifikasi dari ukuran obyek aslinya. Bayangan akan lebih besar jika magnifikasi tersebut bernilai positif, dan akan lebih kecil jika magnifikasinya bernilai negatif. Besar nilai magnifikasi tersebut berbanding lurus dengan jarak antara lensa ke layar atau ke sistem optis berikutnya (bolamata juga merupakan suatu sistem optis).



Posisi lensa kontak dan efeknya sebagaimana digambarkan pada ilustrasi di atas membuat fenomena anisokonia (perbedaan ukuran bayangan pada retina mata kanan dan retina mata kiri) yang terjadi pada pemakaian lensa yang berbeda ukuran antara mata kanan dan kiri juga menjadi sangat minimal. Keuntungan dari ini adalah: Penderita anisometropia tinggi (mata kanan dan kiri membutuhkan lensa koreksi yang sangat jauh berbeda) dapat memakai lensa kontak yang ukuran dioptrinya berbeda jauh (>3.00 dioptri) untuk mata kanan dan kiri. Untuk pemakaian kacamata, kasus anisometropia seperti itu tentu membutuhkan penanganan khusus.

2.   Mampu Mengkoreksi Irregular Astigmatism (Silindris Tak Beraturan).

Ini hanya berlaku pada lensa kontak kaku (rigid), bukan pada soflen. Juga hanya pada
astigmat ireguler yang terjadi karena ketidakberaturan kontur kornea, bukan oleh astigmat internal. Untuk mengetahui astigmat/silindris yang terjadi disebabkan oleh faktor kornea atau faktor internal bolamata, membutuhkan pemeriksaan kontur kornea. Refraksionis Optisien yang berpengetahuan cukup pasti akan mampu melakukannya, asal di optikalnya tersedia (minimal) keratometer dan slitlamp.

Sebagaimana tergambarkan pada ilustrasi di atas, sebenarnya lensa kontak tidak menempel secara ketat atau bersentuhan langsung pada kornea, tetapi mengambang pada molekul-molekul air mata yang membentuk lapisan tipis airmata (tearfilm). Lapisan air mata ini akan mengisi relung-relung pada permukaan kornea dan berlaku seakan-akan merupakan lensa tambahan yang berada diantara kornea dan lensa kontak. “Lensa tambahan” inilah yang akan mengkoreksi astigmat ireguler tersebut. Bukan hanya pada kasus astigmat iregular saja lensa kontak ini mampu memberikan keuntungan, tapi juga pada kasus 
astigmat reguler. Jika silindris korneanya cukup kecil (tidak lebih dari 0,5), akan dapat terkoreksi oleh lensa kontak ini, meskipun lensa kontak yang dipakai tidak berukuran silindris. Pada kasus astigmat ireguler pun ada hal-hal yang membuatnya tidak dapat terkoreksi oleh lensa kontak, yaitu ketika lapisan airmata tidak mampu mengisi celah antara kornea dengan lensa kontak secara optimal.


3.   Lapang Pandang Yang Lebih Luas.

Karena letaknya yang menempel ke kornea dan mengikuti gerakan bolamata, garis/sumbu pandang bolamata akan selalu tepat pada pusat optik lensa sehingga membuat pemakai lensa kontak tetap mendapatkan penglihatan yang tajam dan jelas saat mata melirik ke segala penjuru. Sensasi kebebasan memandang ini tidak dapat diperoleh dari pemakaian kacamata, terutama jika ukuran dioptri lensanya sudah tinggi (>6.00 D). Pemakai kacamata ber-dioptri tinggi akan merasakan penglihatan yang lebih kabur pada saat melirik ke kanan atau ke kiri. Ini terjadi karena lensa kacamata terpasang menetap/mati sehingga pada saat mata melirik, garis/sumbu pandang mata menjadi lepas/bergeser dari pusat optik lensa. Jadi, ketajaman penglihatan yang optimum pada kacamata hanya didapat pada saat memandang lurus saja.



Berapa Ukuran Lensa Kontak – Ku


Barusan ada yang tanya, saat itu saya pakai S-1.25 ODS untuk lensa kontaknya. Nah sekarang periksa ternyata udah ODS S-2.00 Dioptri. Apakah saya harus pakai ukuran seperti itu?
Ternyata sebelumnya dia S-1.50 dan dipakai lensa kontak S-1.25, jadi di turunkan sendiri S-0.25 D. Nah sebaiknya gimana?

Memang ada perbedaan ukuran lensa kontak dengan ukuran kacamata. Hal ini di pengaruhi oleh adanya jarak antara kornea dengan benda atau alat bantu penglihatan yang di pakai. Kala kita memakai kacamata dan ini merujuk hasil refraksi, karena saat refraksi mata kita memang ada jarak dengan alat refraksi (Trial frame atau phoroptor), maka kacamata dan kornea kita ada jarak yang di sebut Vertex Distance. Jarak itu rata-rata 12 mm, dan untuk orang asing di mana hidung mancung maka bisa lebih yaitu 13.5 mm. Terus buat saya yang pesek gimana?, yaaa bisa 11 atau 10 atau…. mm.

Sedang untuk lensa kontak, yaaaa jaraknya hampir nol, namanya juga kontak dan nempel meskipun gak benar-benar nol, karena harus ada batasan yaitu air mata di antaranya.
Lha terus berapa dong ukurannya. Sebenarnya setiap ukuran kacamata jika di konversikan ke lensa kontak akan beda. Beda ukuran tapi untuk melihat akan sama hasilnya.
Karena ada perbedaaan yang tidak semua lensa kontak itu sanggup untuk menyediakan ukuran tersebut maka di buat rumusan, untuk S-4.00 D keatas baru di konversikan. Dan untuk ukuran di bawah itu di samakan karena dianggap hampir sama.
Jadi misal S – 4.00 maka pakainya harusnya S-3.87, karena tidak ada yang ukuran segitu jadinya yaaaa pakai nya S – 3.75. semakin besar Ukurannya semakin beda banyak perubahannya.

Sesuai dengan sifat lensa , jika didekatkan dan di jauhkan maka efektifitas powernya berubah. Untuk ukuran Minus jika di dekatkan powernya meningkat, jadi saat di buat lensa kontak ukurannya di kurangi dan sebaliknya jika Power PLUS maka lensa kontaknya ukurannya di Tambah.

Cara Memasang Lensa Kontak Lunak Spheris


Yang perlu di perhatikan sebelum kita memakai lensa kontak adalah:

·         Jenis lensa kontaknya (dalam hal ini kita bicara Lensa kontak lunak/softlens)
·         Jenis Ukuran (maksudnya ukurannya Spheris atau Cyilinder) saat ini kita bicara Spheris
·         Samakah ukuran kanan dan kiri (biasakan untuk memakai lensa yang kanan untuk mata kanan dan lensa kiri untuk mata kiri, jangan di tukar-tukar walaupun ukuran sama, apalagi ukuran beda dan bedanya sedikit, maka biasakan juga untuk membuka tutup ‘case lensa kontak’ satu persatu di mulai kanan dulu baru kiri.
·         Selalu cuci tangan sebelum menangani lensa kontak
·         Mana dulu, kosmetik atau pakai lensa kontak dulu, ini tergantung, jika anda sudah ahli memakai lensa kontak maka kosmetik dulu, jika belum kosmetik belakangan namun ingat jangan ada bahan spray/kimia yang masuk ke mata (terkena lensa kontak)
·         Cek kondisi lensa kontak apakah masih bagus secara fisiknya, lensa ‘gompel’ sobek jangan di pakai akan menimbulkan iritasi dan melukai kornea anda
·         Lensa kontak
Cek permukaan depan dan belakang lensa kontak, karena jika kebalik maka akan berasa tidak nyaman. Cara sederhana adalah dengan melihat bentuk lensa kontak saat di taruh di telunjuk tangan dan amati samping, jika seperti ‘mangkok’ maka benar dan jika seperti piring maka salah, atau taruh di telapak tangan bagian bawah yang ada garis-garis tangannya, dimana diameter tengah lensa kontak berada di garis-garis tangan, lensa kontak jangan terlalu basah, perlahan tekuk atau lipat telapak tangan anda, jika tepi lensa kontak itu menempel maka itu posisi benar, jika tepinya saling menjauh atau tidak mau menyatu maka itu kebalik atau dengandua jari seperti gambar di samping. Satu lagi beberapa lensa kontak juga sudah memberi tanda untuk posisi benar dan salah misal Acuvue dengan ada tanda ‘AV’ yang jika benar jika di baca dari luar dan sebagainya.

Langkahnya adalah:
1.    Untuk pemula siapkan semua peralatan, seperti cermin, solution, dan lensa kontak itu sendiri.
2.    Sebelum menangani lensa kontak cuci tangan anda terlebih dahulu.
3.    Buka case lensa kontak yang kanan dulu biasanya ada tanda ‘R’, dan biarkan yang ‘L’ tertutup.
4.    Ambil lensa kontak dan taruh di telapak tangan sebelah kiri (asumsi kita tidak ‘kidal’ dan menulis dengan tangan kanan.
5.    Beri beberapa tetes solution dan lakukan pembersihan atau pembilasan tepatnya.
6.    Taruh lensa kontak di telunjuk tangan kanan tepat di ujungnya dengan posisi lensa kontak terbuka dan jangan terlalu basah, cara naruhnya adalah saat di telapak tangan kiri, taruh di agak pinggir telapak tangan kiri anda, kemudian seperti kita kalau mencolek sambel, ambil dari bawah lensa kontak itu, maka lensa itu akan menempel pada ujung jari tangan kanan kita.
7.    Tangan kiri kita membuka kelopak mata kanan bagian atas dengan mengangkat siku sampai kea atas, atau lengan hampir melinkupi kepala, jari tengah tangan kanan menarik kelopak bagian bawah.
8.    Sambil melihat cermin dari mata kiri, masukkan lensa kontak dengan menaruhnya di bagian kornea kita ( yang berwarna hitam) tentu bukaan harus lebar sampai diameter lensa kontak cukup.
9.    Begitu sudah menempel biasanya akan terasa terserap dan dingin itu mata maka lepas kelopak mata bagian bawah dan di ikuti bagian atas secara perlahan-lahan.
10. Kedip ringan beberapa kali
11. Selesai dan lakukan hal yang sama dengan mata kiri.

Merawat Lensa Kontak


Adalah hal yang harus sangat di perhatikan dalam hal pemakaian lensa kontak. Memang rasanya enak aja pakai lensa kontak apalagi kita yang mempunyai ukuran yang sangat tinggi dimana maunya setiap saat pakai lensa kontak tanpa memperdulikan hal-hal yang nantinya bahkan bias membahayakan mata kita dan efek terakhirnya adalah kita tidak boleh memakai lensa kontak lagi.

Merawat Lensa kontak adalah salah satunya, mengapa lensa kontak harus di rawat?
Ada beberapa tujuan dari perawatan lensa kontak itu antara lain:
·         Mengurangi penumpikan deposit atau kotoran
·         Memperpanjang usia lensa kontak tersebut
·         Untuk menjaga kondisi lensa Kontak tersebut
·         Membunuh bakteri yang ada
·         Menjaga fisiologis mata ? keadaan asli mata baik fisik maupun fungsinya
·         Menghindari komplikasi
Adapun kenapa lensa kontak kita jadi kotor adalah:
·         Air mata kita, karena air mata kita banyak sekali protein, lemak, garam
·         Saat penanganan, saat itu mungkintanagn kita tidak bersih dsb
·         Solution pembersihnya, misal udah terkontaminasi, expired date dsb
·         Lingkungan, tentu lingkungan kita banyak sekali debu dan kotor sekali.

Perawatan Harian Lensa Kontak


Pernah saya singgung, bahwa lensa harus di rawat agar lensa tetap higienis dan mata juga akan selalu sehat.

Perawatan lensa kontak dalam hal ini lensa ontak lunak secara harian adalah:

·        Sebelum menangani lensa kontak, terlebih dahulu cuci tangan anda.
·        siapkan perlengkapannya, misal larutannya, sabunnya jika ada dan tempatnya serta mungkin cermin jika anda masih ada kesulitan untuk membuka lensa kontak tersebut.
·        Lakukan setiap hari, dan sebaiknya sebelum anda mengantuk, karena kalau sudah mengantuk yaaa akhirnya di taruh aja di tempatnya, sehingga anda menyimpan lensa kontak dalam keadaan kotor.
·        Ambil lensa kontak dari mata yang sebelah kanan terlebih dahulu dan jadikan ini sebagai kebiasaan serta buka ‘case/penyimpan’ lensa kontak yang ‘R/kanan’ saja, ini penting terutama bagi yang ukurannya beda sedikit agar tidak tercampur.
·        Jika anda menggunakan larutan yang bersifat MultiPurpose maka taruh lensa kontak di telapak tangan sebelah kiri dan berikan beberapa tetes larutan MPS itu, kemudian gosok perlahan secara searah dan di bolak – balik
·        Bilas dengan MPS lagi dan simpan di tempatnya.
·        Jika anda termasuk yang punya banyak deposit sebaiknya berikan tambahan sabun, daily cleaner.
·        Lakukan untuk yang kiri juga.

Nah, agar lensa kontak anda selalu bersih jika di pakai, jangan membersihkan begitu mau pakai, namun sebelum di simpan malam harinya di cuci saja.
Dan sebelum di pakai di bilas dulu, serta jangan lupa tempatnya di bilas dengan MPS serta biarkan kering dengan sendirinya karena udara.


Efek Samping Pakai Lensa Kontak


Efek samping Lensa Kontak atau Contact Lens sebaiknya kita ketahui, terutama para penggunanya. Bahaya lensa Kontak sedikit yang memperhatiakan, karena beranggapan orang bahwa Lensa kontak menjadi salah satu solusi tepat bagi orang yang ingin menormalkan penglihatan tanpa direpotkan dengan penggunaan kacamata.

Tak jarang pula, orang menghindari kacamata karena menganggap frame dapat membuat wajah tampak buruk. Lensa kontak memang dapat membuat orang tampil menarik, namun hal ini juga memberi efek samping bagi para pengguna.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut mengenai efek samping dari penggunaan lensa kontak, Boldskymemberikan ulasan berikut ini.

Kebersihan

Mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat sensitif. Jika kebersihan lensa tidak terjaga, mata Anda akan mengalami infeksi. Agar mata terhindar dari efek samping, Anda perlu menjaga kebersihan lensa kontak. Misal, Anda harus membersihkan lensa kontak sebelum dan setelah memakainya. Selain itu, Anda perlu mengganti lensa kontak setiap enam bulan.

Mata merah

Saat mengenakan lensa kontak, Anda merasakan sensasi seperti terbakar. Mata memang sangat sensitif sehingga ketika debu, mata anak menjadi merah. Lantas, apa yang akan terjadi ketika Anda memakai lensa kontak? Awalnya, Anda akan merasakan peradangan dalam waktu singkat. Selain itu, akan muncul benjolan dan bengkak pada kelopak mata. Benjolan ini dapat membuat Anda sulit untuk memakai lensa kontak lagi dan harus menunggu sampai sembuh.

Mata kering

Efek samping yang sering terjadi saat mengenakan lensa kontak dalam waktu cukup lama ialah mata kering dan gatal.

Alergi


Salah satu efek samping ketika menggunakan lensa kontak yakni alergi mata. Beberapa orang alergi terhadap lensa kontak, namun mereka kerap tidak menyadarinya. Alergi berupa mata merah sering dialami saat Anda melepaskan lensa kontak.











TIPS
  1. Periksakan ke dokter mata. Ada beberapa kondisi (kontra indikasi) yang membuat seseorang sama sekali tak boleh memakai lensa kontak. Misalnya, alergi atau infeksi yang masih aktif atau reflek mengedip terganggu (penderita belspalsi atau kelumpuhan pada syaraf wajah), sehingga mata cenderung kering.
  2. Lensa kontak yang cocok. Dokter akan menentukan lensa kontak yang cocok, tergantung kondisi mata, air mata, dan tujuannya. Jika memilih soft lens, biasanya dokter menyarankan dari jenis daily disposable.
  3. Periksa mata dan lensa 6 bulan sekali. Jika ada tanda-tanda masalah, disarankan untuk mengubah lensa atau mengatur ulang jadwal pemakaian lensa kontak.
  4. Jangan sembarangan membeli. Jauh lebih baik membeli lensa kontak disertai resep dokter agar fitting lebih pas dan tak mengakibatkan komplikasi.
  5. Minus terbatas. Dari produsennya, lensa kontak RGP biasanya dibatasi hingga minus 25,sementara soft lens hanya tersedia sampai minus 10.
  6. Komplikasi akibat soft lens berwarna. Bagi mata sensitif, warna pada soft lens bisa menyebabkan iritasi. Secara umum, soft lens berwarna hanya bagus dipakai bagi mata normal untuk menunjang penampilan. “Penggunanya harus mentaati kaidah-kaidah pemakaian lensa kontak dan memeriksakan mata secara berkala. Jika tak nyaman, soft lens harus segera dilepas.”
  7. Waspadai mata merah. Termasuk mata gatal, mata berair, rasa tak nyaman, mata sakit, dan tajam penglihatan menurun, segeralah lepas lensa kontak dan periksakan kedokter mata.
  8. Bersihkan. Cara membersihkan RGP sama dengan soft lens, hanya cairannya saja yang berbeda. Saat ini banyak cairan all in one, sekaligus pencuci, perendam, desinfektan, hingga lubrikan. Untuk mata sensitif dapat diganti dengan pembilas tanpa bahan pengawet.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Post

Ramalan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOZZA TASK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Free Blogger Template